Transkrip UST ABU WORKSHOP

Nama File: UST ABU WORKSHOP.mp3
Topik: Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), Metodologi Penelitian, dan Adab Penggunaan Laptop di Pesantren.
Cek, cek, cek... Oh, nah pada tawas satu. Barusan dengan Ustaz Ari apa? Metode penulisan paper. Udah tamat semua? Sudah tamat? Bab 1 apa isinya? Penulisan... Bab 1 apa isinya? Ya, pendahuluan teh naon isina? Metode penelitian, tujuan penelitian, teknis penelitian. Bab 2? Analisis gagasan... Kumaha ieu teh? Gimana? Antum bab 1... Pendahuluan teh naon wae? Latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penulisan, manfaat penelitian. Bab 2? Tinjauan pustaka, landasan teoritis. Bab 3? Yaitu analisis yang relevan. Bab 4? Kesimpulan. Nih yang benar.

"Bismillahirrahmanirrahim. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastaghfiruhu... Insyaallah di siang ini, harusnya pertemuan pertama ana baru ngebahas itu ya. Susunan-susunan yang tadi disampaikan oleh Ustaz Ari itu harus hafal. Bahkan ana pengin nanti di tahun berikutnya, di angkatan berikutnya dari mulai kelas 5 sudah tahu susunannya. Maka nanti program Lajnah Tulabiyah bagian perpus atau kajian apa begitu, diarahkan untuk kelas 5 di kegiatan QMT itu ada membaca, ada tugas membaca KTI hasil karya sebelumnya supaya bisa memudahkan untuk lebih cepat dia punya rencana mau membahas apa."

"Ada KTI di sini ya? Banyak, sudah disimpan di sini, ada, antum baca itu. Sehingga terbayang-bayang. Bahkan antum sudah punya calon judul? Belum? Calon apa? Kok nanya? Iyalah. Judul, sudah punya judul? Berarti antum punya masalah kalau begitu. Apa masalahnya? Fenomena. Perhatikan, judul itu bukan dari mulai awal kemudian antum mengajukan judul. Judul itu harus dari permasalahan atau dari fenomena yang antum lihat, baru muncul judul."

"Judul itu sebagai solusi. Naon atuh jadi solusi mah diangkat, harus menjadi solusi, judul itu harus menjadi solusi. Judulnya apa calon antum? Nah itu kan lain nurutan kade. Maca, dibaca, nya dibaca. 'Ieu judulna ieu berarti urang ieu', ah lain kitu. Jadi harus dari hasil bacaan, 'Oh ada permasalahan ini nih, harus diselesaikan'. Paham tidak ini? Awas, ana ini bukan ngebahas pembahasannya sebetulnya, cuman yang tahun kemarin juga marenkol gitu. Jadi judul teh nurutan cenah nu ieu, ge ieu berarti cenah ieu ngabahas ieu, berarti abdi mah surat ieu dibahasna. Bukan begitu."

"Jadi harus dari masalah atau fenomena. Fenomena teh naon? Kejadian. Awas ya, kalau sudah menjadi santri Al-Firdaus mah jangan sembarangan mengucapkan, lebih baik diam. Atau antum bilang apa, 'Hilap deui sumberna mah kitu, abdi hilap deui bakating ku seueur abdi macana 100 buku jadi hilap' kitu. Nah antum bilang fenomena itu apa harus berdasarkan dalilnya, berdasarkan kamus, ceuk saha itu fenomena."

"Bentar ya, saya ngambil dulu karya ilmiahnya nih. Nah perhatikan ini. Antum sudah dikenalkan apa itu novelty? Sudah atau belum? Apa itu novelty? Belum ya, kok masih belum? Novelty apa? Kebaharuan. Kebaharuan yang belum ada di penelitian sebelumnya. Jadi antum jangan meneliti yang sama. Kalau misalkan meneliti yang sama, itu enggak sah antum, berarti plagiat antum. Nah jadi judul-judul itu silakan dari mulai sekarang pikirkan oleh antum, harus ada novelty-nya, harus ada kebaharuannya."

"Jangan sama. Di sini misalkan 'Analisis Tafsir Quran Surat Al-A'raf 31 dan Korelasinya dengan Perintah Berhias Diri Ketika Hendak Salat'. Nanti orang ada yang mengkaji surat Al-A'raf tapi dilihat dari sisi lain. Nah novelty-nya apa? Jadi harus ada kebaharuan dari yang lain. Makanya antum akan muncul judul itu dari segala bentuk permasalahan yang antum temukan, dari hasil membaca atau fenomena yang antum lihat."

"Contoh, perhatikan contoh. Ini yang riil sudah ada di kita. Kita sudah mengenal yang namanya QMT. Kalau saya kasih judul tuh, itu sudah dibentuk jurnalkan oleh ana itu. Dan itu saya temukan tahun 2008. 2013 saya berusaha untuk menyusun itu dijadikan jurnal. Kalau saya mau ambil, perhatikan, itu dari permasalahan. Permasalahan mana? Permasalahan kurangnya minat baca di Pondok Pesantren Al-Firdaus di kita. Kurang. Begitu, sehingga itu kan fenomena tuh, permasalahan tuh. Ini harus diangkat. Saya baca literatur tentang literasi dan numerasi. Akhirnya saya ingin mengislamisasi, akhirnya muncullah saya akan menuntaskan permasalahan baca di Al-Firdaus dengan kegiatan literasinya, yaitu tentang membaca dengan metodenya R&D (Research and Development). Maka nanti berkembanglah dari literasi menjadi 'Qira'ah'. Dengan segala bentuk dalilnya, kemudian ada 'Mutala'ah', dan 'Talaqqi'. Nah itulah novelty-nya gitu."

"Jadi perhatikan sekali lagi, harus tahu susunannya dulu yang tadi. Bab 1 apa isinya, Bab 2 apa isinya, Bab 3 apa isinya, Bab 4 apa isinya. Pada umumnya biasanya yang digunakan di perguruan tinggi itu, kalau untuk S1 biasanya 5 bab. Atau tergantung nanti jurusannya. S2 5 bab juga. S3 biasanya 6 bab. Tapi rata-rata 5. Nah antum karena masih pelajar, maka kita sederhanakan. Disederhanakan sekali, jadi 4 bab."

"Kalau susunan yang benarnya itu: Bab 1 itu tentang latar belakang masalah tadi, rumusan masalah, dan sebagainya. Bab 2-nya itu tentang kajian teoritik atau kajian pustaka. Kemudian Bab 3-nya ini baru metodologinya, rata-rata semua di perguruan tinggi mau di dalam dan di luar negeri sama, bab 3 itu pasti kajian metodologi. Metode yang digunakan apa antum itu, apakah pendekatan kualitatif, kuantitatif, deduktif, atau induktif. Tadi mendengar apa itu di Bab 2 pisau analisis, nah bukan. Justru metodologi itu sebagai sebuah pisau analisis. Bab 4-nya baru pembahasan. Bab 5 baru kesimpulan. Nah kalau yang antum yang tadi itu sudah disederhanakan oleh kita. Bab 1 tentang latar belakang masalah sampai ke bawah. Bab 2-nya tentang kajian pustaka atau tentang operasionalnya. Kemudian yang ketiganya pembahasannya. Bab 4-nya kesimpulan dan saran."

"Ini yang QMT itu ana bukan tugas kuliah. Itu adalah tugas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disuruh naon? Membaca. Surat naon tah? Al-Waqi'ah. Ulama teh ti baheula kitu. Sampai Ibnu Hajar memunculkan kitab Bulughul Maram. Itu kitab sederhana. Apa sih masalahnya dia bikin kitab Bulughul Maram? Nah buat hadiah untuk anaknya. Dia ingin mencapai target dalam mendidik keluarganya dengan kitab Bulughul Maram itu. Nah itu kan berangkat dari masalah. Ustaz Aceng, kenapa nyieun Al-Muyassar? Soalna fenomena di masyarakat kabeh nyebutkeun nahwu teh rieut. Datanglah Ustaz Aceng bikin Al-Muyassar, mudah, nahwu teh mudah lain hese."

"Kuncinya antum lamun hayang geura beres menyelesaikan KTI, pengin selesai apa kuncinya? QMT, udah sakitu, QMT, maca sing loba. Runut waktuna, targetkeun tiap mingguna, insyaallah beresna kitu Neng. Moal lila. Ya, baca, telaah, tulis. Bahasana naon tah? QMT, maca, telaah, dianalisis, kemudian ditulis. Terus we kitu, dibaca ditelaah ditulis. Bikin outline-nya dulu antum tuh. Bab 1 saya akan bahas ini ini ini. Insyaallah moal hese. Hese tanyakeun. Susah tanyakan kepada siapa? Pembimbing."

"Nah yang kedua perhatikan. Karena antum sudah punya tuh calon-calon judulnya, berarti nanti kan antum diizinkan untuk membawa laptop. Nah ini yang berkaitan dengan laptop inilah harus terjaga dengan ketat. Kade di asrama antum pake chattingan, 'mau enggak saya beliin coklat?'. Jadi laptop teh tong dipake chattingan. Tong dipake nonton. Tong dipake dengerin musik. Lamun antum tidak taat, silakan, kebinasaan buat antum sendiri. Maka laptop gunakan sebaik mungkin amanah."

"Nanti ada libur nih. Nu jelas mah antum rek tereh di dieu genap tilu bulan. Nah per 3 bulan sekarang kita pulang. Di rumahnya antum dua malam. Ngan engke pas pulang silakan antum searching kebutuhan-kebutuhan antum mumpung di rumah. Untuk memastikan judul antum dan sebagainya itu, sampai susun dengan rapi, dapatkan perangkat-perangkatnya tuh, bawa ke sini. Silakan cari sumber-sumber yang bagus. Mau ke perpustakaan daerah, mau datang ke perguruan tinggi ada perpustakaan kunjungi tuh, jangan main."

"Jangan memaksa, kade ya perhatikan, kasihan orang tua. Kalau tidak mampu, tidak apa-apa, jangan sampai memaksakan diri mengancam ke orang tua. Kemudian yang punya, wayahna berbagi dengan yang lain, dengan yang tidak punya. Jangan kabur lamun hese. Ya. Itu angkatan yang pertama dulu ada yang kabur gara-gara bingung. Atau bantu katakan juga ngomong dengan teman. Jangan pelit. Antum saling bantu jika ada yang kesulitan membuat judul atau ngisi, kasih gambaran fenomenanya bagaimana. Silakan, dari mulai sekarang antum cari yang terbaik sehingga antum bisa menyusun yang terbaik buat antum."

"Untuk waktu efektif penggunaan penulisan KTI ini, di Al-Firdaus mah ada waktu khusus. Berarti sekarang QMT, gunakan untuk karya ilmiah. Jadi tong ngaco ka mana-mendi. 1 jam itu gunakan untuk penelitian antum dalam meneliti apa yang antum teliti. Saling bantu nanti, jika ada yang kesulitan membuat judul. Ya. Cukup segitu, syukran ala ihtimamikum, atlubu minhum al-afwa. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kapan bisa membawa laptopnya, nanti ana informasikan."